IDENTIFIKASI KEWIRAUSAHAAN SOSIAL SEBAGAI STRATEGI PENDORONG PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL DI KOTA SEMARANG

Muhammad Indra Hadi Wijaya

Abstract

Kewirausahaan sosial merupakan konsep pengembangan usaha yang dilakukan untuk mengungkap kontribusi pelaku usaha terhadap potensi ekonomi dan penciptaan nilai tambah bagi masyarakat. Di dalam konteks pengembangan ekonomi lokal, kewirausahan sosial memiliki peran meningkatan ekonomi, sosial dan lingkungan disuatu wilayah. Pengembangan Kawasan perkotaan sebagai pusat aktivitas akan berdampak terhadap tumbuhnya pusat kegiatan ekonomi dan Kawasan kampung kota. Pertumbuhan aktivitas ekonomi yang cepat akan berdampak terhadap perubahan sosial dan lingkungan terutama untuk kegiatan ekonomi dengan komoditas local di Kawasan perkotaan. Studi kasus dalam penelitian ini adalah perkembangan kewirausahan sosial di kampung perkotaan di Kota Semarang yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat kampung kota melalui UMKM. Metode penelitian ini menggunakan diskriptif kuantitatif melalui purposive sampling dimana data responden pelaku usaha diperoleh melalui wawancara mendalam dan kuesioner dengan pendekatan klaster usaha dan kampung tematik. Hasil dari penelitian ini adalah transformasi dan peran kewirausahan sosial dalam pengembagan ekonomi lokal yang memperhatikan kondisi sosial dan lingkungan dengan inovasi usaha di kampung kota. Pengembangan kewirausahan sosial dapat dikaitkan dengan pengembangan ekonomi lokal di lokasi dalam bentuk strategi peningkatan ekonomi lokal di wilayah tersebut.

Keywords: Inovasi, Kewirausahaan sosial, UMKM


Full Text:

PDF

References

BPS Kota Semarang (2020). Semarang Dalam Angka 2020

Bank, W. (1995). Indonesia Impact Evaluation Report Enhancing the Quality of Life in Urban Indonesia : The Legacy of Kampung Improvement Program. 14747.

Brock, D. D., & Kim, M. (2011a). Social Entrepreneurship Education Resource Handbook. SSRN Electronic Journal, March. https://doi.org/10.2139/ssrn.1872088

Brock, D. D., & Kim, M. (2011b). Social Entrepreneurship Education Resource Handbook. SSRN Electronic Journal, March. https://doi.org/10.2139/ssrn.1872088

Calandra, D. M., Mauro, D. Di, Cutugno, F., & Martino, S. Di. (2016). Navigating wall-sized displays with the gaze: A proposal for cultural heritage. CEUR Workshop Proceedings, 1621(July 2017), 36–43. https://doi.org/10.1023/A

Ciccione, H. (1996). Productivity and the Density of Economic Activity. https://doi.org/10.1126/science.151.3712.867-a

Creaco, S., & Querini, G. (2003). The role of tourism in sustainable economic development.

Curry, J. A., Donker, H., & Michel, P. (2016). Social entrepreneurship and indigenous people. Journal of Co-Operative Organization and Management, 4(2), 108–115. https://doi.org/10.1016/j.jcom.2016.09.002

Dees, G. J., Dees, G. J., Emerson, J., & Economy, P. (2001). Enterprising nonprofits. null, 63.

Hadi, M. I., & Rudiarto, I. (2018). The Role of Social Entrepreneurship on Kampong Development in the City of Semarang. The Indonesian Journal of Planning and Development, 3(2), 76. https://doi.org/10.14710/ijpd.3.2.76-83

Kirchhoff, B. . (1994). Entrepreneurship and dynamic capitalism: The economics of business firm formation and growth (p. 195).

Knudsen, B., Florida, R., Stolarick, K., & Gates, G. (2008). Density and Creativity in U.S. Regions. Annals of the Association of American Geographers, 98(April 2015), 461–478. https://doi.org/10.1080/00045600701851150

Kustiwan, I., Ukrin, I., & Aulia, A. (2015). Identification of the Creative Capacity of Kampong ’ s Community towards Sustainable Kampong (Case Studies : Cicadas and Pasundan Kampong, Bandung): A Preliminary Study. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 184(August 2014), 144–151. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.05.074

Lindarni, D. A., & Handayani, W. (2014). DI KAWASAN SEGITIGA EMAS KOTA SEMARANG ( Studi Kasus : Kampung Sekayu dan Kampung Petempen ). 8(2), 1–12.

McDermott, K., Kurucz, E. C., & Colbert, B. A. (2018). Social entrepreneurial opportunity and active stakeholder participation: Resource mobilization in enterprising conveners of cross-sector social partnerships. Journal of Cleaner Production, 183, 121–131. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2018.02.010

OECD. (2015). Survei Ekonomi OECD INDONESIA. https://www.oecd.org/economy/Overview-Indonesia-2015-Bahasa.pdf

Phelps, N. A., & Wijaya, H. B. (2016). Joint action in action? Local economic development forums and industry cluster development in Central Java, Indonesia. International Development Planning Review, 38(4), 425–448. https://doi.org/10.3828/idpr.2016.24

Rahdari, A., Sepasi, S., & Moradi, M. (2016). Achieving sustainability through Schumpeterian social entrepreneurship: The role of social enterprises. Journal of Cleaner Production, 137, 347–360. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2016.06.159

Rey-Martí, A., Ribeiro-Soriano, D., & Sánchez-García, J. L. (2015). Giving back to society : Job creation through social entrepreneurship ☆. Journal of Business Research, 69(6), 2067–2072. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2015.12.010

Roychansyah, S. (2010). Kampung as a Creative Density: Fluidity of Linier Traditional Markets in High Density Urban Kampungs. In Creative Collaboration and the Making of Place: Learning from Shared Creative Experiences.

Schumpeter, J. A. (2003). Entrepreneurship, Style and Vision.

Setiawan, B. (2010). Naskah pidato pengukuhan jabatan guru besar dalam ilmu perencanaan kota Universitas Gadjah Mada: “kampung kota dan kota kampung: tantangan perencanaan kota di Indonesia.” 1996.

Setioko, B. (2010). THE METHAMORPHOSIS OF A COASTAL CITY ( Case study SEMARANG METROPOLITAN ). Journal of Coastal Development, 13(3), 148–159.

Turner, J. F. C. (1972). Housing As A Verb. August.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.