Perancangan Kampung Tematik Organik Rejosari Wonolopo sebagai Destinasi Eduwisata Kota Semarang

Anita Ratnasari Rakhmatulloh, Dinda Aditya Noviana, Yuli Astuti

Abstract

Peningkatan tingkat kemiskinan penduduk di Kota Semarang yang telah mencapai 79,58 ribu jiwa pada tahun 2021 dengan garis kemiskinan sebesar 522.691 rupiah membuat pemerintah terus berusaha dalam menurunkan angka kemiskinan melalui program perancangan kampung tematik. Dengan adanya pengembangan kampung tematik ini diharapkan dapat mendorong ekonomi lokal dengan menggali potensi-potensi ekonomi kemasyarakatan sebagai daya angkat pembangunan wilaya. Salah satu kampung tematik yang berpotensial untuk dikembangkan adalah Kampung Organik Rejosari Wonolopo dengan mengusung konsep perancangan edu-torism yang diharapkan dapat mengedukasikan generasi milenial akan pentingnya mempelajari pertanian guna menghindari krisis pangan untuk beberapa tahun ke depan. Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ini adalah pendekatan analisis deskriptif kualititatif dan kuantitatif sehingga data yang didapatkan termasuk kedalam kategori primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan berupa wawancara, observasi lapangan, studi literatur, serta telaah dokumen. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian berupa rekomendasi perancangan Kampung Organik Rejosari Wonolopo yang terbagi menjadi 3 bagian yaitu rekomendasi perencanaan sosial, rekomendasi perencanaan ekonomi, dan rekomendasi perancangan infrastruktur . Rekomendasi ini diharapkan dapat membantu pihak Bappeda Kota Semarang dalam mengevaluasi perancangan Kampung Tematik Organik Rejosari Wonolopo dan menjadi bahan pertimbangan yang akurat di masa mendatang.

Full Text:

PDF

References

Acharya, M., & Ghimire, P. (2005). Gender Indicators of Equality, Inclusion and Poverty

Reduction: Measuring Programme/Project Effectiveness. Economic and political weekly, 40(44), 4719-4728.

Alfisyahrin, D. (2021). Optimalisasi Fungsi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) dalam Perspektif Diskresi Kebijakan Penanganan Kemiskinan Kota Semarang. JURNAL MEDIA ADMINISTRASI, 3(1), 86-99.

Atmaja, H. E., & Ratnawati, S. (2020). Pengembangan Pariwisata Melalui Integrasi Perencanaan Sumber Daya Manusia Dengan Perencanaan Strategis Objek Wisata Taman Bunga Manohara. Jendela Inovasi Daerah, 3(1), 49-

Buhalis, Dimitros. 2000. Marketing The Competitive Destination of The Future. Tourism. Journal of Management. Volume 21, Issue 1.

BPS Kota Semarang. (2022). Kota Semarang dalam Angka 2022. Semarang: Badan Pusat Statistik. bps.go.id

Brown, and Stange. 2015. Tourism Destination Management. Washington University.

Chaerunissa, S. F., & Yuniningsih, T. (2020). Analisis Komponen Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Wonopolo Kota Semarang. Journal Of Public Policy And Management Review, 9(4), 159–175.

Chamdani, U. (2018). Indikator Strategi Pengembangan Kepariwisataan.

Davidoff, Paul & Reiner, Thomas A. 1983. “A Choice Theory of Planning, journal of Amerika institute of Planner vol. 28 may 1962, Dalam Andreas Faludi “A Reader in planning Theory “. Pergamon Press Oxford.

Fajlin, E. Y. (2019). Tahun Depan Bappeda Kota Semarang Rencanakan Tambah 32 Kampung Tematik. Retrieved from https://jateng.tribunnews.com/2019/11/1 5/tahun-depanbappeda-kota- semarangrencanakan-tambah-32-kampung- tematik

Gunawan, W., & Sutrisno, B. (2021). Pemetaan Sosial untuk Perencanaan Pembangunan Masyarakat. Sawala: Jurnal Pengabdian

Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa Dan Masyarakat, 2(2), 94–105.

Hadiwijoyo, Surya Sakti. 2012. Perencanaan Pariwisata Perdesaan Berbasis. Masyarakat (Sebuah Pendekatan Konsep). Yogyakarta : Graha Ilmu. Jasaiso.id. (2019). Apa itu GAP Analisis? Retrieved from 23 Oktober website: https://jasaiso.id/apa-itu-gap-analisis/

Kevin Ananda. (2019). Kajian Kesesuaian Proses Perancangan terhadap Kepuasan Pengguna Jasa. Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia.

Lassey, William R. (1977). Planning in Rural Environments. McGraw-Hill, Inc: United States of American.

Negara, I. M. K. (2017). Modul perencanaan ekonomi dan kawasan pariwisata.

Nugroho, W., & Sugiarti, R. (2018). Analisis Potensi Wisata Kampung Sayur Organik Ngemplak Sutan Mojosongo Berdasarkan Komponen Pariwisata 6A. Jurnal Pariwisata Dan Budaya, 35–40.

Oktovianus, P. (2011). Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Tempat Wisata di Timor Leste Dengan Metode LECTRE. Jurnal Wilayah dan Lingkungan.

Prasetyo, A., & Arifin, M. Z. (2018). Pengelolaan Destinasi Wisata yang Bekelanjutan dengan Sistem Indikator Pariwisata. Indocomp.

Pusparini, Ghita. PROGRAM PELESTARIAN BUDAYA EDUTOURISM PADA TAMAN BACA MASYARAKAT ECO BAMBU

CIPAKU. Diss. Universitas Pendidikan Indonesia, 2018.

Putri, M., & Mubaroq, H. (2022). Strategi Pengimplementasian Konsep Kampung Tematik sebagai Wujud Masyarakat untuk Mengentaskan Desa 3T (Studi kasus: Kampung Tematik Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo). Jurnal Studi Inovasi, 2(1), 1–8. https://doi.org/10.52000/jsi.v2i1.72

Ridwan, M., & Aini, W. (2019). Perencanaan Pengembangan Daerah Tujuan Pariwisata. Deepublish.

Shrode, William, A., dan Dan Voich, J., 1974, Organization and Management: Basic System Concepts, Irwin Book Co., Kuala Lumpur.

Saragih, E., Esariti, L., & Wahyono, H. (2021). Pencapaian Tujuan Program Kampung Tematik Berbasis Pengarusutamaan Gender Di Kampung Sentra Bandeng. Jurnal Pengembangan Kota, 9(2), 143–153. https://doi.org/10.14710/jpk.9.2.143-153

Stone, D.C. (1974). Professional Education in Public Works Environmental Engineering and Administration. Chicago: American Public Work Association

Sugiama, A Gima. 2014. Pengembangan Bisnis dan Pemasaran Aset Pariwisata Edisi 1. Guardaya Intimarta: Bandung.

Tamara, A. P., & Rahdriawan, M. (2018). Kajian Pelaksanaan Konsep Kampung Tematik di Kampung Hidroponik Kelurahan Tanjung Mas Kota Semarang. Jurnal Wilayah Dan Lingkungan, 6(1), 40.

https://doi.org/10.14710/jwl.6.1.40-57

Refbacks

  • There are currently no refbacks.